Author pov
Seperti kupu – kupu
yang kehilangan satu sayapnya, seperti itulah keadaan nessie saat ini, ia
merasakan tak bisa seperti dulu lagi, tertawa riang , senyum yang selalu
mengembang di bibir tipisnya, pudarnya semangat. Semua itu telah sirna ketika
tak ada kabar lagi tentang jake. Walaupun setiap hari ia mengunjungi la push.
Tapi tak pernah ada tanda-tanda kalau jake kembali.
“Sampai kapan kau akan terus begini nak? Kau tak lihat
nahuel ikut merasakan kesedihan mu? Kau tak liat nahuel pun ikut menangis ketika
kau menangis?, kau tak lihat ia jadi ikut-ikutan tidak mau makan seperti kamu ”
nessie pun menangis, melihat adiknya yang berusia 5tahun ikut sedih karena nya.
“Maafin aku bu, aku memang bukan kakak yang baik untuk
nahuel. Kalau ibu mengijinkan, besok aku akan pergi ke kota. Aku akan mencari
kerja disana, semoga dengan aku menyibukkan diri, aku bisa melupakan jake”
Nessie pun menggenggam tangan ibunya seolah dia ingin minta restu dari ibunya.
“Tak apa nak, kalau itu memang sudah menjadi pilihanmu, ibu hanya berpesan supaya kau jaga
diri mu baik-baik.” Nessie melihat ibunya tersenyum penuh harapan,itu pertanda
ibunya menyetujui Nessie untuk mencari pekerjaan di kota .
“Aku janji, aku akan pulang sebulan sekali dan membawakan
lollipop kesukaan nahuel “ Nessie mencium kening adiknya yang tengah tertidur
pulas di pangkuan ibunya.
Jake pov
Apa yang harus aku lakukan dengan benda- benda seperti ini,
? aku masih sulit untuk mengenali diriku sendiri. Aku bingung, sampai kapan aku
harus begini? Aku seperti robot yang di gerakkan oleh mesin. Mereka seolah tak
tau bahwa aku belum siap dengan semua kebingungan ku. Bagaimana tidak? Bangun
tidur sudah tersedia air hangat untuk
mandi di kamar mandi yang sangat luas. Bahkan baju yang akan aku pakai pun sudah
tersedia tanpa aku harus memilih sendiri, dan
aku tak di ijinkan untuk mengikat tali sepatu ku sendiri. Ini
benar-benar konyol.. seperti apakah aku yang dulu? Yang sebelum aku mengalami
hilang ingatan? Aku sangat frustasi bila terus terusan berdada di situasi yang
seperti ini. Seolah aku tak memiliki ruang untuk bergerak bebas.
“Oh saying ku,, ternyata kau sudah mulai masuk kerja, tadi
aku mencari mu di rumah, tapi mereka bilang hari ini kamu sudah mulai kerja
kembali “ ucap wanita yang kemarin mengaku bahwa ia adalah tunangan ku, tapi
entah mengapa kau tak pnya rasa sedikitpun tentang dia.
“Ya” jawab ku singkat, aku sendiri sedang bingung menghadapi
benda di hadapan ku.
“Sepertinya kau sedang kebingungan, ada yang bisa aku bantu?
“ wanita itu mendekat, kemudian duduk di pangkuan ku, membuat ku tidak merasa
nyaman.
“Ya, mungkin aku butuh bantuan mu. Kau bisa mengajari
tentang benda ini pada ku? Aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan dengan
benda ini”
“Oh, tentu, ini namanya laptop, begini caranya… “ wanita itu
menjelaskan dengan detail dan sekarang aku sudah mulai tau tentang apa itu
laptop dan bagaimana cara
menggunakannya.
“Oke, sekarang saatnya kita makan siang, kau tak boleh telat
makan” Dia menarik lengan ku tanpa persetujuanku. Yeah, aku memang belum lapar.
Setelah sampai di caffe , tepatnya di lantai dasar dari
kantor. Beberapa pelayan dating membawakan makanan dan minuman tanpa ku pesan
terlebih dahulu, seolah mereka sudah hapal betul makanan apa yang aku suka.
“Aku ingin bulan depan kita menikah” kata-kata Jessica
sukses membuat ku tersedak hingga mengeluarkan beberapa makanan dari mulut ku.
Membuat selera makan ku hilang.
“Apa kau sudah gila? Aku kan belum sembuh, bahkan aku masih
belum tau tentang masa lalu ku”
“Tapi aku sedang mengandung anak kita”
“APAAAAAAA???????? “ bagaimana mungkin? “
“kita melakukannya sebelum peristiwa kecelakaan itu
menimpamu, lihat, sentuhlah perutku, maka kau akan rasakan sesuatu berdetak
dari dalam sini” dia menempelkan tangan ku ke perutnya yang masih terlihat biasa
saja, mungkin karena usia kehamilannya masih muda.
“Tapi…. Tapi aku tak ingin kita menikah sebelum ingatan
masalalu ku kembali pulih” aku pun pergi meninggalkannya.
Author pov
Nessie memasuki kesebuah gedung megah yang berada di tengah
kota, ia tengah mencari seseorang temannya yang katanya bekerja di tempat itu.
“Maaf, anda mencari siapa? “ Tanya satpam ketika melihat
nessie sedang kebingungan.
“Aku mencari temanku, dia bilang dia bekerja disini”
“Siapa nama teman anda? Biar saya bantu mencarikannya“
“Dia alice”
“Oh alice , yang bagian koki itu? “
“Mungkin, bisakah kau bantu aku untuk bertemu dengannya?”
“Tentu”
Ketika sampai di dapur yang teramat luas dan bersih itu,
nessie pun segera mencari sosok sahabat masa kecilnya itu. Nessie melihat tubuh mungil temannya sedang sibuk membuat
hiasan di atas piring.
“Sepertinya aku sudah menemukan sahabat ku, terimakasih kau
telah mengantar ku”
“Oke, aku kembali ke pos dulu, kalau ada apa2 kau segera
kabari aku” satpam itu mengerlingkan matanya, sepertinya pria yang berprofesi
sebagai satpam itu menyukai nessie.
“Tentu”
Nessie pun langsung berjalan menghampiri temannya. “Hai
alice,,, apa kabar,,, ? long time no see,,, aku sangat meridukanmu” ucap nessie
sambil memeluk alice.
Alice yang merasa kaget hamper saja menjatuhkan piringnya.
“Oh Nessie,,, kau hamper saja membuat ku jantungan, untung saja piring ini
tidak pecah”
“Mianhae, aku terlalu bahagia karena kita bisa ketemu lagi”
“Sama, kau kenapa bisa sampai disini ? tadinya kau telpon
aku dulu, dan aku akan menjemputmu”
“Tidak perlu alice,, karena 1. Aku ga punya no telpon kamu,
2. Aku ga punya hape dan 3. Aku ingin
ngasih kejutan untukmu”
“Yeah, dan kau sangat berhasil membuat aku terkejut” alice
mencubit pipi nessie.
“Apa yang sedang kau buat? Sepertinya enak, boleh aku
mencobanya?”
“Tentu ness, kau boleh mencobanya tapi kau tak boleh
menghabiskannya.. ini namanya pizza rainbow,
kau lihat warnanya,,, cantik bukan?”
“Cantik sekali seperti yang bikin”
“Kau bisa aja”
“Kau tau,, ini makanan kesukaan pemilik restoran ini, tapi sayang
dia sedang sakit” ucap alice sambil menghias pizza nya di atas piring bulatnya.
“Sakit apa?”
“Aku tidak tau, sejak sakit dia jarang kesini, yang aku tau
dia hilang ingatan”
“Kasihan sekali , semoga dia cepat sembuh dan bisa bisa
sering berkunjung kesini lagi untuk memakan pizza buatan mu yang enak ini lagi”
“Ah,,, kau ini ness, bisa aja”
“Lalu apakah aku bisa kerja disini? Atau aku harus menunggu
sampai bos mu sembuh?”
“Apa kau sudah bikin surat lamarannya?”
“Tentu, aku sudah menyiapkan segala sesuatunya dari rumah,
dan aku juga sudah punya resep – resep asli buatan ku.”
“Apa tuh? Pasti enak”
“Oh,, ini rahasia” Nessie tersenyum manja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4sore, waktunya untuk
bergantian sip kerja. Rosalie sudah hadir untuk menggantikan alice. Wanita yang
berambut pirang itu sangat lihai mengolah bahan makanan, nessie tampak gugup
ketika pertama kali bertemu dengan Rosalie.
“Hai ros, kau sudah datang ?” Rossalie sambil melirik kearah
nessie. “Oh iya, aku luupa mengenalkan
temanku pada mu, dia nessie, rencananya dia akan bekerja disini, dan nessie ini
Rosalie”
“Hai Rosalie, senang berkenalan dengan mu” nessie
mengulurkan tangannya. Tapi Rosalie tak membalasnya. Membuat nessie tampak
bingung, karena sepertinya Rosalie tidak menyukai kehadiran nessie. Dilihat dari
tatapan sinis Rosalie ketika melihat nessie.
“Oh oke, jadi sekarang aku dan nessie mau pulang dulu,
selamat bertugas”
“Oke” jawab Rosalie singkat.
To be continue
.jpg)