Author pov
Nessie dan jake sedang berjalan – jalan bersama di tepi
pantai, hal yang selalu mereka lakukan untuk melepas kerinduan tiap akhir
pekannya. Mereka asik membuat sebuah gundukan pasir… mereka menyebutnya sebagai
“istana kita”.
”Hei lihat…. Punya ku lebih besar,, tak seperti punya mu” ejek nessie
”Hei lihat…. Punya ku lebih besar,, tak seperti punya mu” ejek nessie
“kau lihat saja nanti,
punya ku pasti jauh lebih bagus dari punya mu” ucap jake tak mau kalah sambil
terus membuat gundukan pasir yang bentuknya menyerupai istana kerajaan inggris.
Nessie merasa tersaingi, akhirnya dengan sikap usilnya
Nessie melempari istana pasir jake dengan pasir.
”Kau curang sekali,,, kau akui saja kalau punya ku lebih bagus” ucap Jake sambil melemapar pasir ke muka Nessie.
”Kau curang sekali,,, kau akui saja kalau punya ku lebih bagus” ucap Jake sambil melemapar pasir ke muka Nessie.
“Aisshh… kau nakal sekali “ Nessie membalas melempari muka
jake dengan air.
Kemudian mereka berlari bersama di tepi pantai hingga
matahari tenggelam.
***
Nessie pov
Sudah sepekan aku tak mendengar kabar tentang mu,,, harusnya
hari ini kita bertemu. Kau pun tak membalas surat kaleng dari ku yang biasa kita lakukan
setiap hari. Dimana kau sekarang jake? Aku merindukan mu.
Hari ini aku harus datang kerumahnya. Untuk memastikan kabar
tentangnya . semoga kau baik – baik saja.
Ku naiki sepeda pemberian almarhum ayahku,, setelah 45menit
perjalan akhirnya aku sampai juga dirumahnya. Sudah lama sekali aku tak datang
kesini. Semuanya tak berubah masih seperti dulu, udara yang begitu sejuk dan
ayunan dari tali yang jake buat untukku masih terlihat utuh.
Tok tok tok….
“Masuk, pintu tidak di kunci” terdengar suara parau dari
dalam , suara seorang lelaki paruh baya, ya dia adalah billy, ayah jake.
Aku pun masuk kedalam rumah yang terbuat dari kayu itu. Ku
lihat billy sedang duduk di kursi roda membelakangi ku, billy sepertinya tidak
mempedulikan kedatangan ku. Aku pun mendekat. Ku liat tatapannya sendu ketika
melihat sebuah poto yang ada di tangannya. Aku pun terhenyak ketika tahu bahwa
foto yang billy pegang adalah foto jake.
“Permisi paman, apa aku mengganggu paman?”
tanpa menoleh kearah ku dia pun menjawab “tak apa”
”kenapa paman melihat foto jake dengan tatapan seperti itu? Apa terjadi sesuatu dengan jake?”
”Kau benar, sudah hampir sepekan ini jake tak pulang, kabar terakhir yang aku dengar adalah kapal yang biasa dia naiki buat menjala ikan hanyut di terjang ombak, aku sudah berusaha mencarinya, bahkan aku sudah minta bantuan pemerintah, tapi hasilnya nihil”
tanpa menoleh kearah ku dia pun menjawab “tak apa”
”kenapa paman melihat foto jake dengan tatapan seperti itu? Apa terjadi sesuatu dengan jake?”
”Kau benar, sudah hampir sepekan ini jake tak pulang, kabar terakhir yang aku dengar adalah kapal yang biasa dia naiki buat menjala ikan hanyut di terjang ombak, aku sudah berusaha mencarinya, bahkan aku sudah minta bantuan pemerintah, tapi hasilnya nihil”
Tetesan air keluar dari ujung matanya. Aku pun terhenyak,
tubuhku melemas, seolah tubuhku tak lagi memiliki sendi. Aku segera lari sekuat
tenaga ku yang tersisa, menuju ke tempat
jake biasa menangkap ikan.
Hanya hamparan ombak yang menggulung – gulung yang ku
dapati, dimana kau jake? Kenapa kau tak mengabari ku? Bahkan sepucuk surat ku pun tak kau
balas.
Apa salah ku padamu? Kenapa kau tega meninggalkan aku?
Aku melihat serpihan kapal, aku tau itu adalah kapal jake
yang remuk, karena di serpihan kayu itu bertuliskakn “N & J” yang dia ukir
bersama ku.
Ku ambil serpihan itu dan ku masukkan kedalam keranjang
sepeda ku menuju ke rumah dengan penuh rasa tidak percaya, yeah… aku tak
percaya dia pergi meninggalkan ku, dia pasti masih hidup. Semoga dia masih hidup. Aku
mencoba meyakinkan diriku sendiri.
Jake pov
Dimana aku sekarang ? ini tempat apa? Kenapa kepala ku
pusing sekali? Siapa mereka? Kenapa ada banyak orang disini? Lalu siapa aku?
“lihat seth ,,, sepertinya tuan taylor sudah sadar, kita harus melapor ke
tuan aro. “ ucap seseorang yang berbadan lebih besar dari lawan yang dia ajak
bicara. Mereka semua berpakaian rapi, memakai jas dan dasi.
”Biar aku saja yang lapor ke tuan Aro, kau segera hubungi dokter Carlisle”
”Biar aku saja yang lapor ke tuan Aro, kau segera hubungi dokter Carlisle”
“Oke”
Dua pengawal pergi meninggalkan ku. Di dalam kamar masih ada
dua pengawal lagi, mereka hanya berdiri di depan pintu dengan tertib, seolah
mereka adalah pengawal dari kerajaan besar.
Ku lihat beberapa orang datang memasuki kamar dimana aku
menyandarkan tubuhku, kamar yang begitu luas, dingin dan begitu asing.
lelaki yang berambut lurus dan panjang dan di belakangnya seorang wanita muda cantik terlihat sangat mengkhawatirkan ku, dan mereka berjalan mendekati ku. Dan wanita itu pun memelukku.
”Oh taylor kenapa kau lama sekali tak sadarkan diri? Tau kah kamu aku sangat mengkhawatirkan mu” wanita itu memelukku, membuat ku merasa semakin aneh dengan semua ini. Sebenarnya siapa aku? Dan siapa mereka?
lelaki yang berambut lurus dan panjang dan di belakangnya seorang wanita muda cantik terlihat sangat mengkhawatirkan ku, dan mereka berjalan mendekati ku. Dan wanita itu pun memelukku.
”Oh taylor kenapa kau lama sekali tak sadarkan diri? Tau kah kamu aku sangat mengkhawatirkan mu” wanita itu memelukku, membuat ku merasa semakin aneh dengan semua ini. Sebenarnya siapa aku? Dan siapa mereka?
“Maaf, kamu siapa?” ucapku lirih
”Apa? Coba kau ulangi apa yang kau katakana tadi? Ini aku…. Aku Jessica, aku tunangan mu” wanita itupun menangis.
”Apa? Coba kau ulangi apa yang kau katakana tadi? Ini aku…. Aku Jessica, aku tunangan mu” wanita itupun menangis.
“Sudahlah, kau tenang saja, mungkin kesadaran dia belum
pulih sempurna karena sudah 5 hari dia koma” ucap laki-laki yang berambut panjang itu.
Seorang laki-laki dengan berpakaian putih datang memasuki ruangan
deangan membawa sesuatu yang ia sampirkan di lehernya.
“Dokter, apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia tidak
mengingat ku?”
”Kau tenang saja, aku akan memeriksanya”
”Kau tenang saja, aku akan memeriksanya”
Dokter itu pun mendekat kearah ku, dia menempelkan sesuatu
kedadaku yang di sambungkan ketelinganya. Dia memegang luka di kepala ku, aku
pun merintih ketika dia menyentuh luka di kepala ku.
”Ouh….”
”Ouh….”
“Maaf tuan taylor, luka di kepala anda belum kering, aku
akan mengganti perban di kepala mu dan menaburkan beberapa obat supaya lukanya cepat sembuh” Dokter itu membuka
perban di kepalaku, rasa nyeri dikepalaku seolah-olah seperti tersayat jutaan
paku.
“Apa kau merasa sakit?” Tanya dokter itu sambil menaburkan
beberapa serbuk obat di lukaku.
“Sedikit”
“Kau sudah mulai membaik, mungkin seminggu lagi kau sudah
sembuh, jangan telat minum obat”
“Apa dia baik-baik saja?” Tanya Jessica penuh dengan
kekhawatiran.
“Sebaiknya kita bicarakan diluar saja, biar tuan taylor bias beristirahat”
lalu mereka pun meninggalkan ku.
Author POV
Carlisle, Aro dan Jessica
berkumpul di ruang kerja Aro.
“Apa yang terjadi dok? “ Tanya Jessica dengan penuh
kekhawatiran
“Dia mengalami hilang ingatan, karena benturan di kepalanya
yang cukup keras”
“APA?” ucap Aro dan Jessica berbarengan seolah tak
mempercayainya.
“Lakukan apa aja yang bias memulihkan ingatannya dok, aku
akan bayar berapapun yang kau mau, asal dia bias kembali seperti dulu lagi.”
Aro segera mengeluarkan koper yang berisi banyak uang . “Kau butuh uang berapa?
Katakanlah, apa segini cukup?”
“terimakasih tuan, tapi aku akan melakukannya semaksimal mungkin,
tuan simpan saja uang anda”
“Jangan sombong kau dok,, aku berani membayar mu berapapun
karena aku tau kau dokter paling professional di America.”
“Terimakasih, tapi mungkin bukan uang yang aku butuhkan,
tapi kesehatan Tn. Taylor” Carlisle merendah.
Dia memang terkenal sebagai dokter yang cerdas dan tidak sombong serta
kepribadiannya yang memang sangat sederhana.
“Baiklah kalau itu maumu, aku akan menyimpan uang ini, tak
perlu sungkan –sungkan kalau kau membutuhkannya”
“Terimakasih, dan ini resep obat yang harus Tn.Taylor minum
tepat waktu” Carlisle memberikan secarik
kertas yang berisi daftar resep obat.
***
Jessica terlihat sedang berbicara dengan seseorang di café.
“Kau kenapa keliatan frustasi begitu beib? “ Tanya seorang
laki-laki yang duduk di depannya.
“Bagaimana aku tidak frustasi, taylor hilang ingatan. ! ”
“Apa? Dia hilang ingatan? “ laki2 terlihat syok namun
sedetik kemudian ia menyunggingkan senyum. “Ini kabar bagus, itu artinya kau
tak perlu bersusah payah untuk mengarang cerita”
“Maksudmu? “
“Hei apa kau lupa? Kalau kau sedang mengandung anakku? Kau
bilang saja pada taylor kalau janin yang ada di perutmu itu adalah anak dia,
jadi kau bisa cepat menikah dengannya dan kuasai semua hartanya.”
“Ide mu bagus juga.” jessica tersenyum licik.
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have
Chorus:
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know
Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back
Chorus:
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
Ahh Ahh,
Ahh Ahh,
Do you ever hear me calling?
Cause every night
I'm talking to the moon
Still trying to get to you
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
***
to be continue
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have
Chorus:
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know
Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back
Chorus:
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
Ahh Ahh,
Ahh Ahh,
Do you ever hear me calling?
Cause every night
I'm talking to the moon
Still trying to get to you
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
***
to be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar