Senin, 22 Oktober 2012

when you tell me that you love me part 2



Author pov
Seperti  kupu – kupu yang kehilangan satu sayapnya, seperti itulah keadaan nessie saat ini, ia merasakan tak bisa seperti dulu lagi, tertawa riang , senyum yang selalu mengembang di bibir tipisnya, pudarnya semangat. Semua itu telah sirna ketika tak ada kabar lagi tentang jake. Walaupun setiap hari ia mengunjungi la push. Tapi tak pernah ada tanda-tanda kalau jake kembali.
“Sampai kapan kau akan terus begini nak? Kau tak lihat nahuel ikut merasakan kesedihan mu? Kau tak liat nahuel pun ikut menangis ketika kau menangis?, kau tak lihat ia jadi ikut-ikutan tidak mau makan seperti kamu ” nessie pun menangis, melihat adiknya yang berusia 5tahun ikut sedih karena nya.
“Maafin aku bu, aku memang bukan kakak yang baik untuk nahuel. Kalau ibu mengijinkan, besok aku akan pergi ke kota. Aku akan mencari kerja disana, semoga dengan aku menyibukkan diri, aku bisa melupakan jake” Nessie pun menggenggam tangan ibunya seolah dia ingin minta restu dari ibunya.
“Tak apa nak, kalau itu memang sudah menjadi  pilihanmu, ibu hanya berpesan supaya kau jaga diri mu baik-baik.” Nessie melihat ibunya tersenyum penuh harapan,itu pertanda ibunya menyetujui Nessie untuk mencari pekerjaan di kota .
“Aku janji, aku akan pulang sebulan sekali dan membawakan lollipop kesukaan nahuel “ Nessie mencium kening adiknya yang tengah tertidur pulas di pangkuan ibunya.

Jake pov
Apa yang harus aku lakukan dengan benda- benda seperti ini, ? aku masih sulit untuk mengenali diriku sendiri. Aku bingung, sampai kapan aku harus begini? Aku seperti robot yang di gerakkan oleh mesin. Mereka seolah tak tau bahwa aku belum siap dengan semua kebingungan ku. Bagaimana tidak? Bangun tidur  sudah tersedia air hangat untuk mandi di kamar mandi yang sangat luas. Bahkan baju yang akan aku pakai pun sudah tersedia tanpa aku harus memilih sendiri, dan  aku tak di ijinkan untuk mengikat tali sepatu ku sendiri. Ini benar-benar konyol.. seperti apakah aku yang dulu? Yang sebelum aku mengalami hilang ingatan? Aku sangat frustasi bila terus terusan berdada di situasi yang seperti ini. Seolah aku tak memiliki ruang untuk  bergerak bebas.
“Oh saying ku,, ternyata kau sudah mulai masuk kerja, tadi aku mencari mu di rumah, tapi mereka bilang hari ini kamu sudah mulai kerja kembali “ ucap wanita yang kemarin mengaku bahwa ia adalah tunangan ku, tapi entah mengapa kau tak pnya rasa sedikitpun tentang dia.
“Ya” jawab ku singkat, aku sendiri sedang bingung menghadapi benda di hadapan ku.
“Sepertinya kau sedang kebingungan, ada yang bisa aku bantu? “ wanita itu mendekat, kemudian duduk di pangkuan ku, membuat ku tidak merasa nyaman.
“Ya, mungkin aku butuh bantuan mu. Kau bisa mengajari tentang benda ini pada ku? Aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan dengan benda ini”
“Oh, tentu, ini namanya laptop, begini caranya… “ wanita itu menjelaskan dengan detail dan sekarang aku sudah mulai tau tentang apa itu laptop  dan bagaimana cara menggunakannya.
“Oke, sekarang saatnya kita makan siang, kau tak boleh telat makan” Dia menarik lengan ku tanpa persetujuanku. Yeah, aku memang belum lapar.
Setelah sampai di caffe , tepatnya di lantai dasar dari kantor. Beberapa pelayan dating membawakan makanan dan minuman tanpa ku pesan terlebih dahulu, seolah mereka sudah hapal betul makanan apa yang aku suka.
“Aku ingin bulan depan kita menikah” kata-kata Jessica sukses membuat ku tersedak hingga mengeluarkan beberapa makanan dari mulut ku. Membuat selera makan ku hilang.
“Apa kau sudah gila? Aku kan belum sembuh, bahkan aku masih belum tau tentang masa lalu ku”
“Tapi aku sedang mengandung anak kita”
“APAAAAAAA???????? “ bagaimana mungkin? “
“kita melakukannya sebelum peristiwa kecelakaan itu menimpamu, lihat, sentuhlah perutku, maka kau akan rasakan sesuatu berdetak dari dalam sini” dia menempelkan tangan ku ke perutnya yang masih terlihat biasa saja, mungkin karena usia kehamilannya masih muda.
“Tapi…. Tapi aku tak ingin kita menikah sebelum ingatan masalalu ku kembali pulih” aku pun pergi meninggalkannya.
Author pov
Nessie memasuki kesebuah gedung megah yang berada di tengah kota, ia tengah mencari seseorang temannya yang katanya bekerja di tempat itu.
“Maaf, anda mencari siapa? “ Tanya satpam ketika melihat nessie sedang kebingungan.
“Aku mencari temanku, dia bilang dia bekerja disini”
“Siapa nama teman anda? Biar saya bantu mencarikannya“
“Dia alice”
“Oh alice , yang bagian koki itu? “
“Mungkin, bisakah kau bantu aku untuk bertemu dengannya?”
“Tentu”
Ketika sampai di dapur yang teramat luas dan bersih itu, nessie pun segera mencari sosok sahabat masa kecilnya itu. Nessie melihat  tubuh mungil temannya sedang sibuk membuat hiasan di atas piring.
“Sepertinya aku sudah menemukan sahabat ku, terimakasih kau telah mengantar ku”
“Oke, aku kembali ke pos dulu, kalau ada apa2 kau segera kabari aku” satpam itu mengerlingkan matanya, sepertinya pria yang berprofesi sebagai satpam itu menyukai nessie.
“Tentu”
Nessie pun langsung berjalan menghampiri temannya. “Hai alice,,, apa kabar,,, ? long time no see,,, aku sangat meridukanmu” ucap nessie sambil memeluk alice.
Alice yang merasa kaget hamper saja menjatuhkan piringnya. “Oh Nessie,,, kau hamper saja membuat ku jantungan, untung saja piring ini tidak pecah”
“Mianhae, aku terlalu bahagia karena kita bisa ketemu lagi”
“Sama, kau kenapa bisa sampai disini ? tadinya kau telpon aku dulu, dan aku akan menjemputmu”
“Tidak perlu alice,, karena 1. Aku ga punya no telpon kamu, 2. Aku ga  punya hape dan 3. Aku ingin ngasih kejutan untukmu”
“Yeah, dan kau sangat berhasil membuat aku terkejut” alice mencubit pipi nessie.
“Apa yang sedang kau buat? Sepertinya enak, boleh aku mencobanya?”
“Tentu ness, kau boleh mencobanya tapi kau tak boleh menghabiskannya.. ini namanya  pizza rainbow, kau lihat warnanya,,, cantik bukan?”
“Cantik sekali seperti yang bikin”
“Kau bisa aja”
“Kau tau,, ini makanan kesukaan pemilik restoran ini, tapi sayang dia sedang sakit” ucap alice sambil menghias pizza nya di atas piring bulatnya.
“Sakit apa?”
“Aku tidak tau, sejak sakit dia jarang kesini, yang aku tau dia hilang ingatan”
“Kasihan sekali , semoga dia cepat sembuh dan bisa bisa sering berkunjung kesini lagi untuk memakan pizza buatan mu yang enak ini lagi”
“Ah,,, kau ini ness, bisa aja”
“Lalu apakah aku bisa kerja disini? Atau aku harus menunggu sampai bos mu sembuh?”
“Apa kau sudah bikin surat lamarannya?”
“Tentu, aku sudah menyiapkan segala sesuatunya dari rumah, dan aku juga sudah punya resep – resep asli buatan ku.”
“Apa tuh? Pasti enak”
“Oh,, ini rahasia” Nessie tersenyum manja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4sore, waktunya untuk bergantian sip kerja. Rosalie sudah hadir untuk menggantikan alice. Wanita yang berambut pirang itu sangat lihai mengolah bahan makanan, nessie tampak gugup ketika pertama kali bertemu dengan Rosalie.
“Hai ros, kau sudah datang ?” Rossalie sambil melirik kearah nessie.  “Oh iya, aku luupa mengenalkan temanku pada mu, dia nessie, rencananya dia akan bekerja disini, dan nessie ini Rosalie”
“Hai Rosalie, senang berkenalan dengan mu” nessie mengulurkan tangannya. Tapi Rosalie tak membalasnya. Membuat nessie tampak bingung, karena sepertinya Rosalie tidak menyukai kehadiran nessie. Dilihat dari tatapan sinis Rosalie ketika melihat nessie.
“Oh oke, jadi sekarang aku dan nessie mau pulang dulu, selamat bertugas”
“Oke” jawab Rosalie singkat.
To be continue


Tidak ada komentar:

Posting Komentar